Logo Bloomberg Technoz

Stock Idea Festival 2026

Pasar Soroti Risiko Badan Ekspor Satu Pintu ke Defisit Fiskal

Nyoman Ary Wahyudi
23 May 2026 11:14

Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi atau Tjoe Ay (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi atau Tjoe Ay (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, JAKARTA — Sejumlah investor tengah mengkaji implementasi penerapan badan ekspor satu pintu di bawah Danantara Sumberdaya.

Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi atau Tjoe Ay berpendapat kebijakan ekspor satu pintu itu berisiko menekan pendapatan dalam dolar AS pemerintah. 

Tjoe Ay beralasan kebijakan itu diterapkan terburu-buru. Padahal, menurut Tjoe Ay, pengalihan ekspor ke satu badan milik negara berisiko mengalihkan pelanggan luar negeri ke negara lain.


Di sisi lain, dia menambahkan, terdapat risiko perlambatan penyesuaian jual beli dengan pelanggan luar negeri saat penjualan diserahkan ke Danantara Sumberdaya.

Founder sekaligus Chief Marketing Officer & Partner Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi atau Tjoe Ay (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

“Karena dipaksa badan ekspor immediately ga pake pelan-pelan itu takutnya ada revenue dolar AS kita yang jeblok, kalau revenue jeblok S&P bisa downgrade pasti, Moody’s juga,” kata Tjoe Ay dalam Stock Idea Festival di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).