Terbaru, data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan transaksi berjalan mencatatkan defisit makin dalam juga semakin menambah sentimen negatif bagi pergerakan rupiah. Defisit ini berpotensi semakin memperburuk profil risiko Indonesia.
Sebagai catatan, NPI kuartal I-2026 tercatat defisit US$9,15 miliar. Jauh lebih dalam daripada defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar.
Transaksi berjalan juga mencatat defisit sebesar US$4 miliar atau 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini memburuk tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang masih surplus US$2,5 miliar. Artinya, dalam satu kuartal saja terjadi perubahan sekitar US$6,5 miliar.
(dsp/aji)
No more pages


























