Logo Bloomberg Technoz

Risalah itu menegaskan meningkatnya kekhawatiran para pejabat The Fed terhadap tekanan inflasi yang dipicu perang Iran. Perdebatan tersebut menjadi perubahan besar dibanding awal tahun, ketika bank sentral masih memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga merupakan skenario paling mungkin pada 2026.

Dalam rapat April, FOMC memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Namun, keputusan itu memicu perbedaan pendapat dari tiga pejabat yang menolak bahasa dalam pernyataan setelah rapat yang mengindikasikan The Fed masih berpotensi kembali memangkas suku bunga.

“Sebagian besar peserta mencatat adanya peningkatan risiko bahwa inflasi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target 2 persen dibanding yang sebelumnya mereka perkirakan,” demikian isi risalah tersebut.

Dalam beberapa pekan setelah rapat itu, sejumlah pejabat The Fed juga memperingatkan memburuknya prospek inflasi seiring Selat Hormuz yang masih efektif tertutup dan lonjakan imbal hasil obligasi.

Data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan serta inflasi yang meningkat lebih cepat dari estimasi turut memperkuat pandangan bahwa tekanan harga menjadi risiko utama dari konflik tersebut dibanding perlambatan tajam aktivitas ekonomi.

Para pejabat tetap menggambarkan pasar tenaga kerja berada dalam kondisi stabil, meski masih rapuh.

Meski pasar keuangan bergejolak, investor pada Selasa memperkirakan peluang pengetatan kebijakan hingga sekitar 21 basis poin pada akhir tahun, berdasarkan kontrak futures yang terkait dengan suku bunga acuan. Hal itu mengindikasikan peluang kuat kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026.

Gubernur Baru The Fed

Gubernur The Fed saat ini, Jerome Powell, dalam konferensi pers usai rapat April mengatakan keputusan mempertahankan bias pelonggaran dalam pernyataan FOMC merupakan “pertanyaan yang jauh lebih sulit” dibanding rapat sebelumnya pada pertengahan Maret. Ia juga menyebut perubahan sikap kebijakan “mungkin saja terjadi secepat rapat berikutnya.”

Proyeksi ekonomi kuartalan terakhir The Fed yang dipublikasikan pada pertengahan Maret menunjukkan median pejabat masih memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini. The Fed dijadwalkan merilis proyeksi terbaru setelah rapat 16–17 Juni mendatang.

Situasi tersebut akan menjadi ujian awal bagi Kevin Warsh yang dijadwalkan dilantik sebagai Gubernur The Fed oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat dalam seremoni di Gedung Putih.

Trump sebelumnya menegaskan bahwa kesediaan untuk menurunkan suku bunga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihannya. Namun, dalam sidang konfirmasi Senat, Warsh membantah bahwa presiden memintanya melakukan hal tersebut dan berjanji menjaga independensi proses penetapan suku bunga The Fed.

Dalam pembahasan terkait stabilitas keuangan, risalah itu juga mengungkap bahwa "beberapa peserta rapat memberikan komentar mengenai kemungkinan komite untuk mempertimbangkan perpanjangan jangka waktu fasilitas swap lines (pertukaran valas) di atas satu tahun, mencatat bahwa perpanjangan yang lebih lama akan bermanfaat bagi stabilitas keuangan."

Komentar tersebut muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent membahas kemungkinan peran swap line yang lebih luas guna memperkuat penggunaan dolar AS. Ia mengatakan banyak negara, termasuk beberapa negara di kawasan Teluk dan Asia, telah menanyakan kemungkinan pembentukan swap line dengan Amerika Serikat.

(bbn)

No more pages