Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Negeri Paman Sam telah memasuki fase akhir dalam perundingan dengan Iran.
“Kita lihat saja apa yang terjadi. Kesepakatan akan terjadi atau kami akan melakukan sesuatu yang sedikit kejam, tetapi kami harap itu tidak terjadi,” kata Trump, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Potensi berakhirnya perang tentu akan kembali membuka jalan di Selat Hormuz. Selat ini adalah area vital, rute pelayaran berbagai komoditas utama dunia, khususnya energi.
Asa akan dibukanya kembali Selat Hormuz membuat harga minyak jatuh. Kemarin, harga minyak jenis brent ambruk 5,63% ke US$ 105,02/barel.
Jika harga energi tidak lagi melambung tinggi, maka dunia bisa lepas dari ancaman inflasi. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara bisa punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga bisa turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 42. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 29. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di kisaran US$ 4.618-4.620/troy ons.
Jika tertembus, maka target selanjutnya mungkin ada di level US$ 4.632-4.639/troy ons. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.687/troy ons.
Namun apabila harga emas kembali ke jalur merah, maka target support terdekat rasanya ada di US$ 4.535/troy ons. Dari situ, ada risiko pengujian ke arah US$ 4.515-4.500/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.303/troy ons.
(aji)























