Logo Bloomberg Technoz

“Untuk Pertalite, alhamdulillah kita sangat aman, kita surplus 525.646 kl,” ungkap dia.

Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Pertamina Antisipasi Pasokan BBM Bengkulu dari Tiga Terminal BBM (Dok. Pertamina)

Sementara itu, penyaluran JBT minyak tanah atau kerosene mencapai 195.144 kl atau 37,1% dari kuota tahunan 526.000 kl.

Dalam kesempatan itu, Anas melaporkan ketahanan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite per 18 Mei 2026 mencapai 16 hari, sementara standar minimum yang ditetapkan pemerintah tercatat sebesar 18,2 hari.

Anas mengungkapkan stok Pertalite per 18 Mei 2026 mencapai 1,37 juta kl, dengan rencana penyaluran harian atau daily objective throughput (DOT) mencapai 85.560 kl per hari.

Untuk Pertamax (RON 92), stok nasional tercatat 561.022 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 20.153 kl per hari, sehingga ketahanan pasokan mencapai 19,9 hari atau di atas batasan minimum sebanyak 27,8 hari.

Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) memiliki stok 72.125 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 1.169 kl per hari, sehingga ketahanan pasokan mencapai 61,7 hari atau di atas standar minimum sejumlah 22,3 hari.

Lebih lanjut, stok nasional BBM jenis Solar (CN 48) tercatat 1,57 juta kl dengan rencana penyaluran harian sebanyak 96.016 kl, sehingga ketahanan pasokan mencapai 16,4 hari atau di atas tipis batas minimum 16,3 hari.

Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 60.160 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 1.717 kl per hari dan ketahanan pasokan mencapai 35 hari atau di atas standar minimum 24,9 hari.

Untuk avtur, stok nasional tercatat 385.353 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 14.464 kl per hari, sehingga ketahanan pasokan mencapai 26,6 hari atau di atas batasan minimum 26 hari.

Sementara itu, stok minyak tanah tercatat 16.684 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 1.413 kl per hari dan ketahanan pasokan mencapai 11,8 hari.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan sekitar 64,23% impor bensin yang dilakukan Indonesia sepanjang 1 Januari—1 April 2026 berasal dari Singapura.

Dalam periode yang sama, Malaysia menempati posisi kedua sebagai negara sumber impor bensin terbesar, dengan porsi sekitar 27,18%.

Posisi ketiga ditempati Oman, dengan porsi sebesar 5,55% dari total impor gasoline yang dilakukan Indonesia.

Selanjutnya, Uni Emirat Arab (UEA) tercatat sebagai negara sumber impor bensin terbesar keempat, yakni sebesar 3,03% dari total impor yang dilakukan Indonesia.

Adapun, dalam periode Januari—Februari 2026 total kebutuhan bensin Indonesia mencapai 5,68 juta kl. Dari besaran itu, 3,44 juta kl diantaranya atau sekitar 59% didatangkan dari luar negeri dan 2,35 juta sisanya merupakan produksi domestik.

Total kebutuhan bensin pada dua bulan pertama tahun berjalan dilaporkan sebanyak 99.661 kl per hari. Sementara itu, kebutuhan bensin JBKP Pertalite dilaporkan mencapai 74.407 kl per hari.

Dalam periode tersebut, kebutuhan bensin Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau bensin nonsubsidi mencapai 25.254 kl per hari.

Ditjen Migas juga melaporkan pada periode Januari—Februari 2026, total impor solar yang dilakukan Indonesia hanya sekitar 410.000 kl, atau sekitar 6,26% dari total kebutuhan solar domestik sejumlah 6,57 juta kl.

Dalam periode itu, produksi solar mencapai 3,13 juta kl dan fatty acid methyl ester (FAME) sebesar 2,24 juta kl. Dengan begitu total kebutuhan solar di dalam negeri mencapai 111.365 kl per hari.

Di sisi lain, kebutuhan JBT Solar pada Januari—Februari 2026 mencapai 52.373 kl per hari. Sementara itu, kebutuhan solar nonsubsidi mencapai 58.983 kl per hari.

Lebih lanjut pada periode Januari—1 April 2026, impor solar yang dilakukan Indonesia sekitar 58,56% di antaranya didatangkan dari Singapura.

Lalu, Indonesia juga mengimpor 36,56% solar dari Malaysia. Kemudian, impor solar yang dilakukan Indonesia 4,88% diantaranya berasal dari Taiwan.

(azr/wdh)

No more pages