Harga emas dunia kini menempati level terendah sejak pekan keempat Maret. Jadi, harga berada di posisi termurah dalam hampir dua bulan.
Kelesuan harga emas terjadi akibat kondisi di Timur Tengah yang belum kunjung membaik. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan ke Iran dalam beberapa hari ke depan.
Situasi ini membuat harga energi bertahan di level tinggi. Dunia pun dihantui ancaman inflasi karena kenaikan harga energi. Apabila terus seperti ini, maka akan sulit bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
(aji)
No more pages




























