Melalui Museum Passport, pengunjung dapat mengumpulkan cap dari museum atau cagar budaya yang telah dikunjungi. Selain menjadi bentuk dokumentasi perjalanan budaya, cap tersebut juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
“Kalau ada capnya di mana-mana ini juga bisa menjadi koleksi, sudah datang ke museum mana saja, sudah pergi ke cagar budaya mana saja, atau museum yang ada di provinsi mana,” ujar Fadli.
Fadli mengungkapkan berdasarkan survei Museum dan Cagar Budaya (MCB) pada 2025, lebih dari 70% pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun. Sementara kelompok terbesar, yakni sekitar 37%, berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun.
“Jadi termasuk para pengunjung kita ini 37% usianya di bawah 24 tahun. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan generasi muda tidak berhenti sebagai pengunjung melainkan tumbuh sebagai peserta aktif,” kata dia.
Menurut Fadli, museum harus mampu berbicara dengan realitas generasi muda masa kini, membuka ruang partisipasi, dan memberikan alasan agar mereka terus kembali berkunjung.
“Museum harus bicara kepada realitas mereka, membuka ruang partisipasi dan memberi alasan bagi mereka untuk kembali,” ujarnya.
Ia menilai kunjungan ke museum dapat menciptakan kegairahan baru dalam mempelajari sejarah, budaya, dan warisan nasional. Karena itu, Kementerian Kebudayaan juga mendorong munculnya lebih banyak konten kreatif terkait museum dan cagar budaya.
Fadli mengungkapkan pihaknya telah meluncurkan perlombaan pembuatan konten mengenai koleksi museum dan situs cagar budaya sejak bulan lalu. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mempromosikan warisan budaya Indonesia.
“Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan akan ada hasilnya, kepesertaan untuk meliput cagar budaya dan juga museum di seluruh Indonesia,” kata dia.
Total ada 18 museum dan galeri serta 34 cagar budaya yang kini dikelola oleh MCB sebagai badan layanan umum di bawah Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Nantinya, museum passport akan beroperasi dirilis ke publik pada 16 Juni 2026.
(dec/del)




























