Kemenbud Soroti Kerusakan Cagar Budaya, Kerugian Capai Rp98,75 M
Dinda Decembria
10 February 2026 08:31

Bloomberg Technoz, Jakarta -Direktur Jenderal Pelindung Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Restu Gunawan menyoroti sejumlah persoalan kerusakan cagar budaya di berbagai daerah, mulai dari mangkraknya revitalisasi Pasar Cinde Palembang hingga kerusakan museum dan infrastruktur warisan budaya. Pemerintah, kata dia, terus melakukan evaluasi serta koordinasi lintas instansi untuk menjaga kelestarian warisan budaya nasional
Restu menjelaskan Pasar Cinde di Palembang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sejak 2017 melalui Keputusan Wali Kota Palembang Nomor 179.A/KPTS/Disbud/2017 tertanggal 31 Maret 2017. Revitalisasi pasar yang direncanakan menjadi pasar modern bernama Aldarren Plaza Cinde setinggi 18 lantai hingga kini belum terealisasi, sementara kondisi bangunan lama semakin memprihatinkan.
“Terkait Pasar Cinde, Direktorat Warisan Budaya sudah membentuk tim penilai evaluasi atas permintaan Kejati Sumatera Selatan. Hasil evaluasi menunjukkan potensi kerugian akibat kerusakan cagar budaya mencapai sekitar Rp98,75 miliar dan itu sudah kami sampaikan sebagai tambahan alat bukti,” ujar Restu Gunawan dalam rapat kerja DPR, Jakarta, dikutip Selasa (09/02).
Ia menambahkan, sebelum perhitungan akhir dilakukan, tim telah tiga kali turun ke lapangan untuk survei dan pengumpulan data. Bahkan dua perwakilan tim penilai juga telah hadir sebagai saksi ahli dalam persidangan.
Selain itu, Restu juga menyinggung kerusakan Museum Bawanta Bhari di Kediri yang terjadi pascakerusuhan pada 30 Agustus 2025. Massa dilaporkan merusak ruang pameran utama, menghancurkan etalase kaca berisi artefak, serta menyebabkan beberapa koleksi rusak, termasuk kepala Bodhisattva yang retak akibat benturan benda keras.































