Logo Bloomberg Technoz

Gianfranco Spiteri, Kepala Operasi Intelijen Epidemi Global dan Keamanan Kesehatan ECDC, menyebutkan bahwa seorang pakar yang memantau kapal tersebut di Tanjung Verde menemukan bahwa protokol jaga jarak sebenarnya sudah diterapkan. Namun, para penumpang tetap melakukan "kontak dekat yang berkepanjangan" yang berpotensi memicu infeksi.

Terkait kemungkinan penularan sebelum gejala muncul, Spiteri mengungkapkan bahwa virus dapat ditemukan dalam darah pasien dua hari sebelumnya. Artinya, "mungkin ada risiko" penularan lebih awal. Oleh karena itu, ECDC merekomendasikan pelacakan kontak mencakup orang-orang yang terpapar pasien dua hari sebelum gejala muncul.

ECDC bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini tengah bekerja sama untuk melacak kontak dan memantau para penumpang di berbagai negara guna menilai bagaimana virus menyebar di atas kapal dan mendeteksi adanya infeksi tambahan.

Di Italia, kekhawatiran mereda setelah seorang pria berusia 25 tahun yang sempat diisolasi dinyatakan negatif hantavirus. Pria tersebut sebelumnya berada dalam satu penerbangan yang sama dengan seorang wanita asal Belanda yang terinfeksi.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Prancis. Seorang mantan penumpang kapal Hondius dilaporkan masih menjalani perawatan intensif. Xavier Lescure, dokter penyakit menular di Rumah Sakit Bichat, menyatakan pasien tersebut kini bergantung pada alat bantu hidup menggunakan paru-paru buatan atau prosedur extracorporeal membrane oxygenation (ECMO).

(bbn)

No more pages