Logo Bloomberg Technoz

Hasan menyebut, kondisi ini justru dapat menjadi peluang bagi investor untuk masuk ke pasar modal Indonesia.

Namun, investor diimbau untuk tetap selektif dalam memilih saham dengan prospek jangka panjang yang kuat.

“Kami berharap investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik, yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu-waktu,” ujar Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menegaskan bahwa pihaknya bersama dengan self regulatory organization (SRO) akan terus mencermati perkembangan pasar, guna memastikan stabilitas tetap terjaga.

OJK juga menekankan bahwa berbagai kebijakan stabilisasi yang telah diterapkan sebelumnya masih tetap berlaku, seperti buyback saham tanpa RUPS, penundaan short selling yang diperpanjang hingga September 2026, mekanisme trading halt, serta ketentuan batas bawah (ARB) maksimal 15% dan batas atas (ARA) yang mengikuti tiering harga saham.

(cpa/naw)

No more pages