Selain itu, Shaokai juga mewaspadai adanya kemungkinan kenaikan suku bunga yang biasanya akan menjadi pemberat bagi laju pertumbuhan harga emas. Opsi ini memang tengah banyak dipertimbangkan sebagai salah satu upaya intervensi terhadap lemahnya nilai tukar.
Sementara permintaan akan ETF dan juga Over the Counter (OTC) diperkirakan akan tetap positif tapi mungkin sedikit menurun dibandingkan dengan tahun yang lalu.
Sebagai informasi, permintaan emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 2% secara year-on-year di kuartal I-2026 di tengah tingginya tensi geopolitik dan volatilitas pasar.
Meski demikian apabila dilihat dari sisi nilai pembelian emas, angkanya justru melonjak 74% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar US$193 miliar. Di kuartal I-2026, permintaaan emas mencapai 1.231 ton, termasuk dengan permintaan OTC.
(ell)






























