Logo Bloomberg Technoz

Menurut Anderson, perkembangan investor ritel tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi digital. Kehadiran platform investasi berbasis aplikasi dinilai mampu menurunkan hambatan masyarakat untuk mulai berinvestasi karena proses pembukaan rekening menjadi lebih cepat, biaya transaksi lebih rendah, dan akses informasi semakin luas.

Ia menegaskan kemudahan akses harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman investor terhadap risiko investasi. Karena itu, edukasi dianggap memiliki posisi yang sama penting dengan akses dalam membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Teknologi membuat akses investasi menjadi jauh lebih mudah dan terbuka bagi lebih banyak masyarakat. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan investor memahami risiko dan mampu mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, kami di Ajaib melihat edukasi menjadi sama pentingnya dengan akses dalam membangun ekosistem investasi yang sehat,” katanya.

Literasi dan Kolaborasi Jadi Tantangan Utama

Dok. Ajaib

Meski jumlah investor ritel meningkat signifikan, tantangan literasi keuangan masih menjadi perhatian utama regulator dan pelaku industri. Tingkat akses ke layanan keuangan dinilai tumbuh lebih cepat dibanding pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan risiko investasi.

Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat tingkat literasi keuangan Indonesia baru mencapai 49,68%, sedangkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 85,10%. Kesenjangan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat maupun risikonya.

Melalui Roadmap Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen atau PEPK 2023–2027, OJK menegaskan pentingnya keseimbangan antara peningkatan akses keuangan, penguatan literasi, dan perlindungan konsumen demi menciptakan sektor jasa keuangan yang sehat.

Dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan digital, kolaborasi antara regulator, industri, dan talenta digital juga dinilai menjadi faktor penting. Pemerintah dan pelaku industri didorong untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, mengatakan pengembangan inovasi digital harus diiringi dengan implementasi yang berkelanjutan dan dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.

“Kolaborasi antara regulator, industri, dan talenta digital menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan,” ujar Dicky.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum yang mempertemukan regulator dengan pelaku industri keuangan dalam rangkaian inisiatif Pusat Inovasi Digital Indonesia atau PIDI melalui program Hackathon x DIGDAYA. Forum tersebut berfokus pada pengembangan solusi digital serta penguatan talenta di sektor keuangan.

Anderson menilai peningkatan jumlah investor ritel memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional, terutama dalam memperkuat sumber pembiayaan domestik. Dengan semakin besarnya partisipasi investor lokal, ketergantungan terhadap aliran modal asing dinilai dapat berkurang secara bertahap.

“Semakin besar partisipasi investor domestik, semakin kuat pula fondasi pembiayaan dalam negeri. Ini akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan pertumbuhan jumlah investor juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas partisipasi masyarakat. Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan dan penyediaan informasi yang transparan menjadi elemen penting agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih bijak.

Sebagai perusahaan teknologi investasi, Ajaib mengaku terus mengembangkan berbagai fitur edukasi dan analisis pasar untuk membantu investor memahami kondisi pasar modal secara lebih komprehensif, khususnya bagi investor pemula yang baru memasuki dunia investasi.

Ke depan, Anderson optimistis sinergi antara pertumbuhan investor ritel dan perkembangan talenta digital akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital Indonesia. Inovasi teknologi dinilai akan semakin membuka peluang investasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Ekosistem investasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh jumlah investor, tetapi juga kualitas inovasi yang mendukungnya. Dengan semakin berkembangnya talenta digital, kami optimistis inklusi investasi di Indonesia dapat tumbuh secara lebih sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

(tim)

No more pages