Saat Aspek Fundamental Kembali Jadi Penopang Kepercayaan Investor
Recha Tiara Dermawan
02 February 2026 08:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak pasar modal dalam beberapa hari terakhir, yang ditandai dengan lonjakan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), trading halt beruntun, serta tekanan sentimen global mendorong pelaku pasar untuk meninjau kembali strategi investasinya. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum bagi investor untuk kembali mencermati kualitas fundamental emiten, di tengah meningkatnya ketidakpastian jangka pendek.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai koreksi tajam yang terjadi tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, tekanan pasar lebih dipicu oleh faktor sentimen serta kegagalan dalam mengantisipasi risiko, bukan oleh memburuknya kondisi ekonomi secara struktural.
“Saham blue chip naiknya belum terlalu tinggi, jadi masih aman,” ujar Purbaya di Gedung Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan bahwa gejolak yang terjadi bersifat sementara. Oleh karena itu, Purbaya meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek yang terjadi di pasar modal. “Ini jelas shock sementara karena fundamental kita tidak bermasalah,” ujarnya.
Purbaya lantas menyorot bahwa koreksi paling dalam justru terjadi pada saham-saham yang bersifat spekulatif. Ia menyebut saham-saham tersebut kerap dikenal sebagai saham gorengan dan memang rentan mengalami tekanan ketika sentimen pasar memburuk.

























