Dengan demikian, menurut dia, konsumsi hingga harga bahan bakar minyak (BBM) masih akan tinggi. Ketika pemerintah mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil ke ke listrik, nantinya akan mengurangi impor minyak mentah dan BBM yang signifikan.
Sejalan dengan hal tersebut, Purbaya juga akan mengurangi subsidi bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melalui skema take or pay karena PLN saat ini mengalami kelebihan pasokan atau oversupply listrik.
Skema take or pay yang berlaku dengan produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) mengharuskan PLN membayar oversupply listrik meski tak terserap oleh masyarakat dan pelaku usaha. Lantaran telah memiliki kontrak, PLN wajib membayar kepada IPP. Selisih ini yang dipakai untuk subsidi atau kompensasi oleh pemerintah.
“Itu mungkin kapasitas yang baru terpakai sekitar 70%, masih ada 30% listrik yang kita bayar tapi enggak dipakai. Kalau saya enggak salah ingat ya, tapi Anda bisa diskusi dengan PLN. Tapi yang jelas ada listrik yang belum terpakai yang kita bayar, saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil, itu utamanya,” jelas Purbaya.
Purbaya memprediksi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) berlangsung paling cepat selesai pada September 2026. Bukan tanpa alasan, ramalan Purbaya berdasarkan waktu pemilu paruh waktu di AS.
“Jadi saya pikir kan perangnya sebentar lagi selesai, ya sudah nggak usah pusing-pusing. Ternyata setelah saya lihat, kayaknya masih lama kalau begini. Paling jelek itu September. Paling bagus September itu berakhir, karena di sana ada pemilihan kan di Amerika Serikat. Tapi bisa saja jalan berlanjut terus, jadi kita akan monitor terus,” ucap dia.
Untuk itu, dalam beberapa bulan ke depan pemerintah akan terus berhemat di tengah ruang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menyempit.
Harga Minyak
Harga minyak dunia cenderung stabil setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguannya terhadap masa depan gencatan senjata dengan Iran. Sikap ini muncul menyusul penolakan Trump terhadap tawaran perdamaian terbaru dari Teheran, yang sekaligus memperpanjang penutupan efektif jalur vital Selat Hormuz.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$98$ per barel setelah melonjak 2,8% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juli ditutup naik 2,9% menjadi US$104,21 per barel pada Senin (11/5/2026).
Diketahui, belanja subsidi dan kompensasi pemerintah di sepanjang Kuartal I-2026 mencatatkan kenaikan yang sangat tajam. Dalam paparan APBN Kita yang dilaksanakan Selasa (5/5/2026), Kementerian Keuangan mencatat belanja subsidi dan kompensasi mencapai Rp118,7 triliun, naik 266,5% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja subsidi sendiri mencapai Rp52,2 triliun atau naik sebesar 61,1% secara year-on year, sementara belanja kompensasi yang dikeluarkan oleh pemerintah selama kuartal I-2026 adalah sebesar Rp66,5 triliun, sebagai catatan pembayaran kompensasi kini dilakukan secara bulanan bukan triwulanan.
Artinya, belanja subsidi dan kompensasi berkontribusi sebesar 26,6% kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam pemaparan tersebut tercatat subsidi BBM naik sebesar 9,2% menjadi 3.173,6 ribu kilo liter di sepanjang kuartal I-2026, lebih tinggi dibandingkan tahun Kuartal I- 2025 sebesar 2.906,7 ribu kilo liter.
Sementara subsidi LPG juga melonjak menjadi 1.419,5 juta kg di kuartal I-2026 atau naik 3,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 1.368 juta kg.
Subsidi listrik digelontorkan kepada 42,9 juta pelanggan pada tiga bulan pertama tahun 2026, naik 2,4% secara year-on-year.
Subsidi yang naik paling signifikan adalah subsidi pupuk yang melonjak 13,6% menjadi 1,9 juta ton di kuartal I-2026, lebih tinggi ketimbang kuartal I-2025 sebesar 1,7 juta ton.
(mfd/ell)





























