Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Sejak perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu, harga emas sudah jatuh lebih dari 10%.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk pekan ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas berada di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 55.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 14. Di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan pekan ini, harga emas masih berpotensi naik. Target resisten terdekat ada di rentang US$ 4.724-2.747/troy ons. Dari situ, harga emas berpotensi menuju US$ 4.784/troy ons.
Target lanjutan ada di kisaran US$ 4.838 dengan target paling optimistis di US$ 4.947/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun, maka US$ 4.618/troy ons sepertinya akan menjadi pivot point. Penembusan di titik itu berisiko memangkas harga ke US$ 4.591-4.452/troy ons.
Support berikutnya ada di US$ 4.482-4.397/troy ons. Target paling pesimistis adalah US$ 4.285/troy ons.
(aji)




























