Ada sejumlah game RPG populer yang sukses menerapkan konsep tersebut dan tetap mendapatkan banyak pujian dari komunitas gamer.
Mulai dari game klasik hingga modern, berikut deretan game RPG terbaik tanpa sistem naik level tradisional.
Game RPG Tanpa Sistem Level Tradisional
1. Shadowrun Returns
Shadowrun Returns menjadi salah satu game RPG unik yang tidak menggunakan sistem leveling tradisional.
Game RPG berbasis giliran ini pertama kali dikembangkan melalui pendanaan Kickstarter dan berhasil menarik perhatian gamer karena konsep dunianya yang menarik.
Shadowrun Returns mengambil latar di Seattle tahun 2054, dunia futuristik yang memadukan unsur sci-fi dan fantasi.
Dalam dunia tersebut, megakorporasi menguasai kehidupan manusia dan berbagai ras seperti elf, troll, hingga mesin hidup berdampingan.
Pemain dapat memilih enam class karakter berbeda yang masing-masing memiliki kelebihan tersendiri.
Setiap class memiliki kemampuan berbeda dalam pertarungan, eksplorasi, maupun interaksi dengan NPC.
Alih-alih menggunakan sistem level, Shadowrun Returns menerapkan sistem Karma.
Pemain akan memperoleh poin Karma dalam jumlah terbatas sepanjang permainan.
Poin tersebut harus digunakan secara bijak untuk meningkatkan kemampuan karakter sesuai kebutuhan pemain.
Karena jumlahnya terbatas, pemain dituntut menentukan build karakter dengan lebih strategis.
2. Vampire: The Masquerade – Bloodlines
Vampire: The Masquerade – Bloodlines juga menjadi salah satu RPG legendaris tanpa sistem level konvensional.
Game ini diadaptasi dari permainan tabletop RPG terkenal dan mengajak pemain hidup sebagai vampir di Los Angeles era modern.
Pemain harus bertahan hidup di dunia bawah tanah yang gelap dan penuh konflik antar klan vampir.
Selain menghadapi sesama vampir, pemain juga harus melawan manusia berbahaya yang menjadi ancaman.
Salah satu aspek paling penting dalam game ini adalah pemilihan klan.
Setiap klan memiliki kelebihan serta kekurangan yang memengaruhi gameplay secara signifikan.
Sistem pengembangan karakter dilakukan menggunakan XP yang jumlahnya terbatas.
XP hanya bisa diperoleh dari misi tertentu sehingga pemain harus benar-benar bijak saat menggunakannya.
Karena itulah pemain biasanya disarankan fokus pada dua atau tiga skill utama saja.
Skill yang umum dipilih antara lain combat jarak dekat, sihir, atau hacking.
Pendekatan ini membuat permainan terasa lebih realistis dan strategis dibanding sekadar menaikkan level karakter.
3. Final Fantasy II
Final Fantasy II menjadi salah satu seri paling unik dalam franchise Final Fantasy.
Game yang dirilis pada 1988 tersebut tidak menggunakan sistem level tradisional seperti seri lainnya.
Sebagai gantinya, peningkatan kemampuan karakter ditentukan berdasarkan tindakan yang dilakukan pemain selama bermain.
Misalnya, HP karakter akan meningkat jika karakter sering menerima serangan dari musuh.
Sementara skill senjata akan meningkat apabila senjata tersebut sering digunakan dalam pertarungan.
Konsep ini membuat perkembangan karakter terasa lebih organik.
Pemain tidak harus melakukan grinding level seperti di RPG klasik pada umumnya.
Meski sistem tersebut kemudian tidak lagi digunakan di seri Final Fantasy berikutnya, banyak gamer menganggap konsep ini sangat inovatif pada masanya.
Pendekatan tersebut juga membuat permainan menjadi lebih fleksibel dan mudah diikuti pemain baru.
Sistem Pengembangan Karakter yang Lebih Dinamis
4. Hyper Light Drifter
Hyper Light Drifter hadir dengan konsep action RPG yang cukup berbeda dibanding game lain.
Game ini terinspirasi dari kondisi kesehatan sang kreator yang mengalami penyakit serius.
Cerita game berfokus pada protagonis utama yang menderita penyakit misterius dan harus menjelajahi dunia bernama Buried Time.
Tujuan utama karakter adalah mencari cara untuk mengendalikan penyakit yang dideritanya.
Karena kondisi tubuhnya lemah, pemain harus mengandalkan kemampuan bermain dan strategi bertarung.
Tidak ada sistem level tradisional dalam game ini.
Sebagai gantinya, pemain memperoleh perkembangan karakter melalui eksplorasi.
Semakin banyak area dijelajahi, semakin banyak hadiah yang bisa diperoleh.
Hadiah tersebut berupa senjata baru, upgrade kemampuan, hingga skill tambahan.
Seiring perkembangan permainan, pertarungan bos juga menjadi semakin sulit.
Jumlah musuh yang dihadapi pemain juga akan semakin banyak sehingga tantangan terus meningkat.
5. Chrono Cross
Chrono Cross dikenal sebagai salah satu JRPG terbaik sepanjang masa.
Game yang awalnya eksklusif untuk PS1 tersebut kini tersedia di berbagai platform melalui versi Radical Dreamers Edition.
Chrono Cross memiliki cerita kompleks tentang dunia paralel yang saling memengaruhi satu sama lain.
Game ini juga menghadirkan lebih dari 40 karakter yang dapat direkrut pemain selama permainan berlangsung.
Berbeda dari JRPG tradisional, Chrono Cross tidak menggunakan sistem level biasa.
Sebagai gantinya, peningkatan statistik karakter diperoleh setelah pemain mengalahkan bos tertentu.
Menariknya, peningkatan statistik tersebut berlaku untuk seluruh anggota tim, termasuk karakter yang belum direkrut.
Sistem ini membuat progres permainan terasa lebih terstruktur dan tidak bergantung pada grinding.
Pemain cukup fokus menikmati cerita dan eksplorasi tanpa harus berulang kali melawan musuh demi meningkatkan level.
6. Monster Hunter Wilds
Monster Hunter Wilds menjadi salah satu game terbaru yang juga meninggalkan sistem leveling tradisional.
Game garapan Capcom ini mengajak pemain menjelajahi Forbidden Lands, dunia terbuka luas yang dipenuhi monster buas.
Lingkungan permainan juga dibuat dinamis dengan perubahan cuaca yang terus terjadi.
Alih-alih menaikkan level karakter, pemain meningkatkan kekuatan melalui perlengkapan.
Pemain harus mengumpulkan material, membeli item, serta membuat armor dan senjata yang lebih baik.
Semakin kuat perlengkapan yang digunakan, semakin besar peluang mengalahkan monster yang lebih kuat.
Pendekatan ini membuat progres permainan terasa lebih berbasis skill dan persiapan.
Monster Hunter Wilds juga terus mendapatkan update dan ekspansi tambahan.
Karena itu, game ini dianggap memiliki potensi besar menjadi salah satu seri terbaik Monster Hunter.
7. Monster Hunter World
Monster Hunter World juga menjadi contoh sukses game RPG tanpa sistem level tradisional.
Terutama setelah hadirnya ekspansi Iceborne, game ini dianggap sebagai salah satu seri Monster Hunter terbaik sepanjang sejarah.
Monster Hunter World berhasil membawa franchise tersebut lebih populer di pasar global.
Gameplay-nya dibuat lebih accessible dibanding seri sebelumnya namun tetap mempertahankan identitas utama Monster Hunter.
Pemain berburu monster untuk mendapatkan loot berupa material.
Material tersebut digunakan untuk membuat armor dan senjata baru agar dapat menghadapi monster yang lebih kuat.
Setiap senjata dan armor memiliki skill masing-masing yang dapat ditingkatkan pemain.
Sistem ini membuat perkembangan karakter bergantung pada kemampuan berburu dan strategi pemain.
Tidak adanya sistem level membuat permainan terasa lebih menantang sekaligus memuaskan.
RPG Tanpa Level Tetap Menarik Dimainkan
Meski sistem leveling sudah menjadi identitas utama genre RPG, beberapa developer membuktikan bahwa game tanpa level tradisional tetap bisa menghadirkan pengalaman bermain yang seru.
Bahkan, sebagian game justru terasa lebih unik dan realistis karena progres karakter bergantung pada tindakan pemain.
Mulai dari penggunaan skill, eksplorasi, hingga pengumpulan perlengkapan menjadi faktor utama perkembangan karakter.
Pendekatan seperti ini juga membuat pemain lebih fokus pada gameplay dan strategi dibanding grinding level.
Tidak heran jika banyak game dalam daftar tersebut tetap dikenang sebagai RPG terbaik sepanjang masa.
Bagi gamer yang ingin mencoba pengalaman RPG berbeda, deretan game di atas bisa menjadi pilihan menarik untuk dimainkan.
(seo)
























