Wall Street Terkoreksi Saat Pasar Menanti Kepastian Damai AS-Iran
News
08 May 2026 05:20

Felice Maranz - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah dari rekor tertingginya pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Para pelaku pasar kini dalam posisi menunggu respons Iran terhadap proposal pembukaan kembali Selat Hormuz guna mengakhiri perang, sembari mencermati derasnya laporan laba perusahaan.
Indeks S&P 500 turun 0,4%, dengan sembilan dari sebelas sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor material dan energi. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 terkoreksi tipis 0,1%. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,2% ke level US$95 per barel, setelah kantor berita Iran, Fars, melaporkan adanya suara ledakan di dekat Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis di Selat Hormuz.
Koreksi ini terjadi setelah saham-saham AS mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa dalam dua hari terakhir. Pada hari Rabu, kinerja solid dari produsen cip Advanced Micro Devices Inc (AMD) turut mendorong penguatan, melanjutkan tren positif dari perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet Inc di awal siklus laporan keuangan.
"Semua orang sangat menantikan deeskalasi" antara Iran dan AS, ujar manajer portofolio GuideStone, Josh Chastant. Ia mencatat bahwa meskipun harga minyak telah turun dari puncaknya, levelnya masih jauh di atas harga sebelum perang. Hal ini memicu kekhawatiran perusahaan terkait biaya energi di masa depan. Di sisi lain, ia menyebut "musim laporan laba kali ini menjadi salah satu yang terbaik."

























