Wacana CNG 3 Kg Berisiko Tinggi, Pakar Usul Jargas Terlokalisir
Azura Yumna Ramadani Purnama
06 May 2026 13:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minyak dan gas (migas) menilai pengembangan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) merupakan langkah yang kurang tepat, sebab tekanan tinggi dalam tabung CNG berpotensi membahayakan masyarakat yang menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal alih-alih menyarankan masifikasi penggunaan CNG dapat dilakukan melalui sistem jaringan gas (jargas) terlokalisir.
Dia mengusulkan pembangunan fasilitas penyaluran CNG ke setiap masing-masing rumah tangga di kompleks perumahan atau apartemen. Dengan begitu, CNG yang tersedia dapat disalurkan melalui jargas ke masing-masing rumah.
Selain lebih aman, Moshe menilai penyaluran CNG melalui jargas terlokalisir juga lebih murah dibandingkan dengan memasifkan pembangunan jargas yang telah tersedia.
“Ini ada ada pihak ketiga yang mengelola itu, jadi di luar unit misalkan ada tempat storage untuk CNG-nya terus ada kompresornya terus ada jaringan gas. Sekarang kan Jargas ini kan susah, ini localized jargas namanya ya. Jadi jargas yang lokalkan di setiap unit apartemen,” kata Moshe ketika dihubungi, Rabu (6/5/2026).






























