Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lanjutkan Rebound, Tertopang Harapan Damai AS-Iran

Tim Riset Bloomberg Technoz
07 May 2026 09:11

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan hari kedua di tengah asa perdamaian antara AS dan Iran. 

Rupiah dibuka menguat 0,27% ke Rp17.319/US$ pada perdagangan pagi ini, Kamis (7/5/2026), selaras dengan pergerakan mata uang kawasan yang mayoritas berada di zona hijau. 

Pergerakan mata uang Asia, Kamis (7/4/2026). (Bloomberg)

Dari kawasan, peso Filipina memimpin penguatan, disusul dolar Taiwan, ringgit Malaysia, rupiah, yuan offshore, yen Jepang, yuan China, dolar Singapura dan Hong Kong. 


Meski pasar tetap memasang mode wait and see di tengah rencana AS dan Iran yang mulai mempertimbangkan proposal baru untuk mengakhiri perang, pasar negara berkembang mengapresiasi langkah AS yang dikabarkan telah mengajukan nota kesepahaman (MoU) setebal satu halaman yang berisi tentang rencana pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap. 

Di tengah euforia harapan damai ini, pasar negara berkembang kembali bergairah. Di pasar Surat Utang Negara (SUN) aksi beli masif terjadi di hampir semua tenor, yang ditandai dengan turunnya imbal hasil. Seperti tenor 4 tahun turun 2,3 bps ke 6,69%, disusul tenor 2 tahun turun 1,2 bps ke 6,33%. Tenor acuan 10 tahun juga mengalami penurunan imbal hasil 0,4 bps ke 6,73%.