Logo Bloomberg Technoz

3 Provider Seluler Besar RI Berebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Merinda Faradianti
06 May 2026 13:05

Daftar Lengkap Pemenang Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Sudah Final? (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Daftar Lengkap Pemenang Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Sudah Final? (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengonfirmasi kelanjutan proses lelang frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz, dimana terdapat tiga operator seluler besar Indonesia ambil bagian yaitu PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Ketiga operator tersebut telah melakukan pengambilan akun sistem e-Auction selama periode 29-30 April 2026. Urutan pengambilan akun dilakukan berdasarkan waktu pengambilan akses sistem, dengan XLSmart yang pertama, disusul Indosat, dan kemudian Telkomsel.

“Penyelenggara telekomunikasi tersebut yang telah mendapatkan akun sistem e-Auction dapat melakukan pengunduhan Dokumen Seleksi,” tulis pengumuman tersebut dilansir dari keterangan resmi Komdigi, dikutip Rabu (6/5/2926)

Dokumen seleksi dapat diunduh hingga 7 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, dan setelahnya para pengunduh resmi disebut sebagai Calon Peserta Seleksi. Kemudian, terkait pertanyaan seputar isi Dokumen Seleksi wajib disampaikan dalam format PDF yang ditandatangani oleh Direktur Utama, CEO, Presiden Direktur, atau direktur yang memiliki kewenangan sesuai anggaran dasar perusahaan.

Objek pita frekuensi yang ditawarkan meliputi pita 700 MHz pada rentang 703–738 MHz (uplink) berpasangan dengan 758–793 MHz (downlink) dengan total lebar pita 70 MHz (2x35 MHz), serta pita 2,6 GHz pada rentang 2500–2690 MHz dengan total lebar pita 190 MHz.

Kedua pita frekuensi ini masing-masing memiliki fungsi strategis. Pada pita 700 MHz diproyeksikan untuk memperluas jangkauan layanan, sedangkan pita 2,6 GHz fokus pada peningkatan kapasitas data guna mendukung kualitas koneksi 5G.

Pita frekuensi 700 MHz sendiri merupakan pita low-band yang disebut digital dividend, karena dihasilkan setelah selesainya migrasi siaran televisi analog ke televisi digital atau Analog Switch Off (ASO). Frekuensi ini memiliki cakupan sinyal yang sangat luas dan kemampuan menembus hambatan fisik seperti bangunan.

Komdigi berkomitmen menjalankan proses seleksi ini dengan mengedepankan asas transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum, dengan harapan para penyelenggara telekomunikasi dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi digital nasional.