Logo Bloomberg Technoz

Indosat (ISAT)-Lintasarta Masuk Bisnis Dark Fiber

Sabrina Mulia Rhamadanty
07 May 2026 12:55

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan penandatanganan A&R Perjanjian Investasi (Perjanjian Investasi yang Diamandemen dan Dinyatakan Ulang), CSPA (Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat) dan SHA (Perjanjian Pemegang Saham) terkait dengan ekspansi bisnis di sektor infrastruktur dark fiber.

Untuk diketahui, dark fiber adalah kabel atau serat optik yang sudah terpasang di bawah tanah, tetapi tidak digunakan (belum dialiri layanan) oleh penyedia telekomunikasi. Ini merupakan infrastruktur idle yang disewakan untuk kebutuhan jaringan privat yang biasanya berkapasitas tinggi.

Perjanjian ini dilakukan Indosat dengan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (Investor).


“Pada tanggal 6 Mei 2026, Perseroan, Lintasarta, dan Investor telah menandatangani A&R Perjanjian Investasi, CSPA dan SHA yang mengatur kerangka investasi antara para pihak terkait usaha infrastruktur dark fiber dan sistem terkait yang dijalankan serta dimiliki oleh Perseroan dan Lintasarta di Indonesia,” ungkap Corporate Secretary Indosat, Reski Damayanti dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (06/05/2026).

Dalam perjanjian ini, ISAT dan Lintasarta masing-masing merupakan pemilik dan pengelola atas aset berupa kumpulan jaringan kabel optik (aset). Adapun, Lintasarta merupakan perusahaan terkendali Indosat yang dimiliki secara langsung sebesar 72,36%. Lebih lanjut, Indosat tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Investor.