Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, tenor pendek 1-2 tahun masih mencatatkan aksi beli dengan penurunan imbal hasil 0,2 bps ke 6,35% untuk tenor 1 tahun, dan 3 bps ke 6,35% untuk tenor 2 tahun. 

Sementara itu, hasil lelang sukuk kemarin mengalami penurunan dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp21,2 triliun, turun 36,8% dibandingkan lelang 21 April yaitu Rp33,55 triliun.

Permintaan terhadap seri sukuk tenor sangat pendek kurang dari 1 tahun juga turun 18,08% menjadi Rp8,36 triliun, dari lelang sebelumnya Rp10,2 triliun.

Penurunan tajam permintaan sukuk pada lelang kemarin disebabkan oleh kenaikan suku bunga diskonto Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang naik 130,21 basis poin sejak awal tahun. Di tengah volatilitas rupiah yang masih terjadi, investor memperkirakan BI akan kembali menaikkan sukubunga dalam lelang SRBI hari ini. 

Mega Capital Sekuritas dalam catatannya, menyebut tekanan bagi otoritas moneter untuk menaikkan BI Rate pada kuartal ini semakin besar, terutama setelah bank sentral utama seperti Bank of Japan, European Central Bank, dan Bank of England memberikan sinyal akan mulai menaikkan suku bunga pada Juni mendatang. 

"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan BI Rate sebesar 25-50 bps," sebut Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, dan Nanda Puput Rahmawati, Research Analyst Mega Capital Sekuritas. 

Lionel memperkirakan rupiah masih akan tertekan menuju rentang Rp17.400-Rp17.500/US$. Sehingga MH Thamrin akan melakukan intervensi secara intensif di pasar.

(dsp/aji)

No more pages