Logo Bloomberg Technoz

Akui Rupiah Undervalue, Bos BI Siapkan 7 Jurus Perkuat Mata Uang

Dovana Hasiana
06 May 2026 05:20

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) membeberkan tujuh langkah yang akan dijalankan untuk memperkuat sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.

Ketujuh langkah tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/5/2026) malam.

"Kami melapor kepada Bapak Presiden, kemudian merestui dan memberikan suatu penguatan-penguatan," ujar Perry dalam konferensi pers usai bertemu Presiden. 


Dia menjelaskan rinci langkah-langkah yang dimaksud antara lain: Pertama, BI akan terus melakukan intervensi, baik secara tunai, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri, maupun Non-Deliverable Forward NDF di pasar luar negeri. Pasar luar negeri yang dimaksud ialah Hong Kong, Singapura, Inggris, dan AS.

"Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu," tegas Perry.