Logo Bloomberg Technoz

Lelang Sukuk: Pasar Beralih dari Agresif Jadi Makin Selektif

Redaksi
06 May 2026 06:26

Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)
Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaku pasar mengambil langkah yang lebih selektif dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk yang digelar Selasa (5/5/2026). Terlihat dari total penawaran yang masuk sebesar Rp21,2 triliun, turun 36,8% dibandingkan lelang 21 April yaitu Rp33,55 triliun.

Di tengah sejumlah tekanan yang ada, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah ke atas Rp17.400/US$, nampaknya pelaku pasar mulai lebih selektif.

Pemerintah juga sepertinya tidak memaksa untuk menyerap lebih besar dari target indikatif. Total penyerapan Rp12 triliun, sesuai target dan lebih rendah dari realisasi penyerapan pada lelang sebelumnya, Rp15 triliun. 


Turunnya agresivitas investor juga tercermin pada bid-to-cover ratio, yang merosot dari 2,24 kali menjadi 1,77 kali, ada kontraksi sekitar 21%. Ini mengindikasikan adanya pergeseran pelaku pasar yang sebelumnya cenderung berburu imbal hasil, menjadi lebih menimbang risiko secara cermat dan penuh kehati-hatian.

Melansir laporan hasil lelang dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), pelemahan permintaan terjadi hampir di semua tenor, jika dilihat dari komposisinya.

Penawaran yang masuk pada lelang sukuk 5 Mei turun dibanding lelang 21 April, (Sumber: DJPPR)