Airlangga Klaim Rupiah Loyo Akibat Musim Haji & Dividen Korporasi
Mis Fransiska Dewi
05 May 2026 20:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini tidak terlepas dari faktor eksternal serta kenaikan kebutuhan dolar yang bersifat musiman.
Diketahui, rupiah menutup perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026), dengan pelemahan 0,26% ke posisi Rp17.425/US$. Ini merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah untuk posisi penutupan.
Pada kuartal II 2026 misalnya, Airlangga menjelaskan biasanya memang terjadi pelemahan rupiah akibat faktor momentum ibadah Haji yang membuat permintaan valuta asing meningkat.
“Terkait dengan rupiah, mata uang berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS dan biasanya juga pada saat musim haji, demand (permintaan) terhadap dolar itu meningkat,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Dia menjelaskan peningkatan permintaan dolar juga terjadi pada kuartal II seiring dengan kebutuhan pembayaran dividen perusahaan ke luar negeri, yang turut menambah tekanan di pasar valas domestik.





























