Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi faktor musiman, dia menjelaskan permintaan dolar AS di pasar domestik meningkat pada periode April, Mei, dan Juni. Hal ini terjadi akibat adanya pembayaran repatriasi dividen korporasi, pembayaran utang, dan momentum ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut, Perry menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah memang undervalue atau berada di bawah harga wajar. Namun, dia meyakini kondisinya akan menguat dan stabil dalam waktu dekat karena fundamental ekonomi Indonesia kuat.

"Tapi rupiah adalah undervalue, dan ke depan akan stabil dengan kecenderungan menguat," tegas Perry.

Fundamental yang kuat, lanjut Perry, tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%. Kemudian, inflasi rendah, kredit perbankan tumbuh tinggi, serta cadangan devisa yang berada di level atas. 

"Ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah akan stabil dan cenderung menguat," tuturnya. 

(lav)

No more pages