Trump Jeda Operasi Hormuz, Optimisme Damai Dongkrak Bursa Global
News
06 May 2026 08:20

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham global kembali bergairah sementara harga minyak merosot setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal adanya kemajuan menuju kesepakatan final dengan Iran. Kabar ini memberikan momentum baru bagi ekuitas global yang kini berada di level yang menyentuh rekor.
Indeks saham Asia Pasifik MSCI naik 1% ke level tertinggi sepanjang masa, dipimpin oleh lonjakan saham teknologi seiring kembalinya optimisme terhadap perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI). Korea Selatan, yang menjadi kiblat investasi AI, melonjak 5% ke rekor tertinggi, dengan valuasi Samsung Electronics Co yang kini menembus angka US$1 triliun.
Harga minyak mentah Brent sebagai patokan global turun 1,3% menjadi sekitar US$108 per barel merespons komentar Trump. Sementara itu, dolar AS—yang sebelumnya menjadi aset safe haven pilihan selama konflik Timur Tengah—terpantau melemah.
Kontrak berjangka untuk indeks S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq 100 melonjak 0,7%. Penurunan harga minyak memperkuat ekspektasi pasar akan melandainya inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Bursa Wall Street sendiri ditutup pada rekor tertinggi pada hari Rabu (6/5), didorong oleh laporan laba yang kuat dari Advanced Micro Devices Inc (AMD) dan Super Micro Computer Inc.



























