Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Bagaimana Kualitasnya?
Redaksi
05 May 2026 15:21

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah rilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang impresif sebesar 5,61% pada kuartal I-2026, data ketenagakerjaan mengirim sinyal sebaliknya.
Penyerapan kerja memang naik ditandai dengan naiknya angka penduduk bekerja, tetapi penyerapan ini ternyata didominasi oleh sektor informal dengan produktivitas rendah. Jika terus berlanjut, kualitas pertumbuhan ekonomi yang jadi taruhannya.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan hasil dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) edisi Februari 2026 hari ini, Selasa (5/5/2026). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat turun menjadi 4,68%, melanjutkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir.
BPS juga mencatat jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 147,67 juta orang, bertambah hampir 2 juta dibandingkan tahun lalu. Akan tetapi, di balik penurunan angka pengangguran itu terlihat bahwa kualitas pasar tenaga kerja Indonesia secara fundamental belum sepenuhnya membaik.
Meski begitu, dari data juga terlihat bahwa tingkat pengangguran tenaga kerja berusia muda antara 15-24 tahun masih cenderung tinggi di 16,36% dengan lulusan universitas 6,13% dan SMK 7,74%.






























