Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Kode CNG 3 Kg Bakal Disubsidi, Meski Lebih Murah dari LPG

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 May 2026 15:56

Tangki gas alam terkompresi (CNG) berada di dalam mobil hybrid SEAT Ibiza TGI selama acara Volkswagen AG CNG Mobility Day di Essen, Jerman./Bloomberg
Tangki gas alam terkompresi (CNG) berada di dalam mobil hybrid SEAT Ibiza TGI selama acara Volkswagen AG CNG Mobility Day di Essen, Jerman./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi pemberian subsidi terhadap produk gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg), meskipun harga produk tersebut diklaim lebih murah 30%—40% dari gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).

Bahlil mengaku masih mengkaji kemungkinan besaran subsidi per tabung untuk proyek CNG 3 kg. Namun, sebagai perbandingan, dia menyebut nilai subsidi LPG mencapai sekitar Rp18.000—Rp20.000 per tabung.

“Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih haruslah, tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).


Dia mengungkapkan harga CNG dapat lebih murah hingga 30%—40% sebab Indonesia memiliki pasokan gas bumi dengan kandungan C1 atau metana dan C2 atau etana yang melimpah—kedua komponen tersebut merupakan bahan baku CNG.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)

Selain itu, dia menyatakan pasokan CNG bakal dipasok seluruhnya dari produksi dalam negeri. Walhasil, tidak diperlukan biaya pengangkutan dan impor seperti pada komoditas LPG.