Logo Bloomberg Technoz

Perang Iran Lecut Korsel untuk Tekan Impor BBM, Pacu EBT dan EV

News
05 May 2026 12:20

Panel surya di atap rumah-rumah penduduk di Jeju, Korea Selatan. (Fotografer: SeongJoon Cho/Bloomberg)
Panel surya di atap rumah-rumah penduduk di Jeju, Korea Selatan. (Fotografer: SeongJoon Cho/Bloomberg)

Heesu Lee dan Aaron Clark - Bloomberg News

Bloomberg, Guncangan energi yang dipicu perang Iran telah menambah urgensi pada upaya Korea Selatan untuk mengurangi ketergantungannya pada impor bahan bakar fosil, serta memberikan momentum kepada Presiden Lee Jae Myung untuk mendorong agenda energi bersihnya.

Penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan impor panel surya telah melonjak sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. Hal ini merupakan tanda-tanda awal bahwa biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan risiko pasokan sedang membentuk kembali perilaku masyarakat.


Seoul — yang mengimpor sebagian besar energinya, termasuk 70% minyak mentahnya melalui Selat Hormuz — telah meluncurkan anggaran tambahan sebesar 540 miliar won (US$365 juta) untuk proyek tenaga surya dan angin, sistem penyimpanan energi, dan subsidi kendaraan listrik.

Bauran energi Korea Selatan./dok. Bloomberg

Pergeseran permintaan konsumen dan peningkatan dukungan fiskal menunjukkan bahwa krisis memengaruhi pasar dan kebijakan.