Logo Bloomberg Technoz

Taktik Masifikasi CNG, Belajar dari Kegagalan Konversi BBM ke BBG

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 May 2026 14:50

Pompa gas alam terkompresi (CNG) sebagai bahan bakar./Bloomberg-Craig Hartley
Pompa gas alam terkompresi (CNG) sebagai bahan bakar./Bloomberg-Craig Hartley

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi menilai pemerintah perlu menyusun peta jalan masifikasi gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) secara cermat, agar kegagalan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi umum tidak kembali terulang.

Ekonom energi Center of Reform on Economics (Core) Muhammad Ishak Razak menyatakan masifikasi pemanfaatan gas bumi sudah pernah dilakukan Indonesia pada 2007. Sayangnya, program tersebut dinilai mandek akibat lemahnya investasi infrastruktur.

Dengan demikian, Ishak menyarankan agar pemerintah menyusun peta jalan atau roadmap pengembangan CNG model tabung 3 kilogram (kg) agar tidak bernasib seperti program konversi BBM ke BBG.


“Semua ini membutuhkan komitmen anggaran jangka panjang agar tidak mengulang kegagalan program konversi BBM ke BBG untuk transportasi pada 2007 yang mandek akibat lemahnya investasi infrastruktur,” kata Ishak ketika dihubungi, Selasa (5/5/2026).

Sebuah pompa gas alam terkompresi (CNG) berada di fasilitas Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Ishak mencatat saat ini CNG sudah digunakan untuk armada bus TransJakarta, taksi, bajaj, industri, dan perhotelan. Dari segi keekonomian, CNG juga terbilang lebih murah dari gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).