Logo Bloomberg Technoz

Selat Hormuz Akan Dibuka, Harga Biji-bijian Turun

News
15 June 2026 09:30

Ilustrasi biji-bijian (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi biji-bijian (Sumber: Bloomberg)

Megan Durisin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga kontrak berjangka biji-bijian mengalami penurunan di bursa komoditas Chicago. Sinyal positif pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai dapat memulihkan akses terhadap pasokan bahan baku pertanian vital, sekaligus meredakan ancaman inflasi pangan global akibat perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut, sekaligus menghentikan perang yang telah menelan ribuan korban jiwa. Pejabat dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Swiss pada 19 Juni 2026 untuk menandatangani perjanjian secara resmi. Pemilihan tanggal ini mengindikasikan bahwa sejumlah poin dalam kesepakatan tersebut kemungkinan masih ada yang belum sepenuhnya rampung.


Jalur perairan Selat Hormuz merupakan rute perdagangan utama untuk komoditas pupuk dan bahan bakar. Selama konflik berlangsung, lonjakan biaya produksi yang harus ditanggung petani sempat mendongkrak harga biji-bijian dan tanaman penghasil minyak. Selain itu, reli harga energi dunia yang dipicu oleh perang juga sempat meningkatkan permintaan terhadap bahan bakar nabati, yang dinilai sebagai opsi lebih menarik dibanding bahan bakar fosil yang kian mahal.

Sebelumnya pada bulan Mei lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) telah memperingatkan dampak buruk dari penutupan selat tersebut. Menurut FAO, krisis harga pangan global yang parah berpotensi terjadi dalam kurun waktu enam hingga 12 bulan jika jalur pelayaran vital itu terus ditutup.

Pergerakan harga biji-bijian. (Sumber: Bloomberg)