Logo Bloomberg Technoz

Selama sebulan terakhir, harga minyak Urals telah naik 10,05% dan naik 74,21% dari periode yang sama tahun lalu, menurut perdagangan pada contract for difference (CFD) yang melacak pasar acuan untuk komoditas ini.

Sementara itu, harga minyak acuan dunia Brent untuk pengiriman Juni tidak berubah pada US$108,23/barel pada pukul 08.21 di Singapura. Kontrak Juli yang lebih aktif tetap stabil pada US$101,95/barel. Adapun, harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,3% menjadi US$96,65/barel.

Bukan Bebas Risiko

Kendati demikian, Hadi tetap mengingatkan adanya risiko pengenaan sanksi oleh negara Barat—terutama Amerika Serikat (AS) — terhadap Indonesia gegara membeli minyak mentah Rusia.

Walakin, saat ini AS tengah kembali memperpanjang pengecualian sanksi tersebut hingga medio Mei dan memperbolehkan negara-negara membeli minyak mentah Rusia.

“Rusia masih dalam sanksi AS. Saat ini memang ada relaksasi, bagaimana kalau tiba-tiba relaksasi di cabut dan AS disanksi lagi?" ujar Hadi.

Kebutuhan Tanker

Selain itu, Hadi juga mengingatkan kebutuhan kapal tanker berukuran besar atau very large crude carrier (VLCC) alias supertanker yang cukup banyak untuk mengangkut 150 juta barel minyak Rusia hingga akhir tahun ini.

Hadi memperkirakan bakal terdapat 75 kargo minyak mentah berukuran masing-masing 2 juta barel yang diangkut dalam kurun 6 bulan, atau sekitar 12—13 kargo minyak mentah per bulan.

Untuk membawa kargo minyak sebesar itu, Hadi memprediksi Indonesia memerlukan 24—26 tanker VLCC hingga akhir tahun ini dalam skema rotasi pengiriman.

“Jadi mungkin yang realistis adalah dalam kontrak 1 tahun atau 12 bulan sampai pertengahan tahun depan. Sehingga jumlah kapal VLCC yang dibutuhkan di cut setengahnya,” ujar dia.

Rata-rata pengiriman minyak mentah Rusia selama empat minggu berdasarkan tujuan (2022-2026). (Bloomberg)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan komitmen 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang diamankan Indonesia rencananya bakal didatangkan hanya untuk tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan konsumsi minyak mentah Indonesia per hari mencapai sekitar 1,6 juta per hari dan 1 juta di antaranya dipasok dari pasokan impor, sehingga komitmen minyak Rusia sebesar 150 juta barel masih menyisakan ruang pasokan dari negara lainnya.

“Untuk komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin, kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

Setelah mengamankan komitmen dari Rusia, saat ini pemerintah tengah menyiapkan mekanisme impor minyak mentah tersebut. Dia membuka peluang impor dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) atau badan layanan umum (BLU).

Akan tetapi, Yuliot mengungkapkan jika impor dilakukan oleh BUMN, maka terdapat konsekuensi yang harus dihadapi sebab pembelian minyak dilakukan secara langsung, tanpa adanya tender.

“Karena kalau ini BUMN itu kan juga ada konsekuensi dan juga kalau BLU itu apa kemudahan ya termasuk pembiayaan itu juga lagi kita bahas antara kementerian lembaga ya kemudian itu juga dengan badan usaha termasuk bagaimana pada saat impor jalur mana yang akan digunakan,” tutur Yuliot.

Adapun, AS mengeluarkan izin yang memungkinkan negara-negara membeli lebih banyak minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal tanker. Hal ini merupakan bagian dari upaya Gedung Putih untuk mencegah lonjakan harga.

Izin sementara, yang berlaku untuk minyak mentah Rusia yang seharusnya dikenai sanksi, ini dikeluarkan setelah pengecualian sebelumnya berakhir pada 11 April. Izin ini berlaku untuk minyak mentah yang dimuat ke kapal tanker pada atau sebelum 17 April, demikian pernyataan Departemen Keuangan AS medio bulan ini.

Perintah Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS yang diterbitkan Jumat (17/4/2026) itu berlaku hingga 16 Mei dan tidak berlaku untuk transaksi yang melibatkan pihak di Iran, Korea Utara, Kuba, dan wilayah tertentu di Ukraina. 

(wdh)

No more pages