Logo Bloomberg Technoz

Jaksa menyatakan bahwa Allen membawa satu senapan shotgun, sebuah pistol, dan tiga bilah pisau. Sementara itu, kuasa hukumnya menyebutkan bahwa tersangka tidak memiliki riwayat penangkapan atau hukuman sebelumnya.

Allen dicegat oleh agen keamanan dan ditahan di luar aula utama Hotel Washington Hilton, tempat berlangsungnya jamuan makan malam tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA) pada Sabtu malam.

Insiden tersebut membuat para tamu undangan berhamburan mencari perlindungan. Gala tahunan ini merupakan acara bergengsi yang digelar untuk mendukung kerja jurnalisme serta memberikan edukasi mengenai kebebasan pers.

Pejabat pemerintah menyatakan bahwa Allen mencoba menerobos acara tersebut untuk menargetkan pejabat tinggi AS, termasuk Trump yang hadir di lokasi. Akibat insiden ini, Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan jajaran anggota kabinet segera dievakuasi.

“Kami sedang menyelidiki kasus ini sepenuhnya,” ujar Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche dalam konferensi pers usai persidangan. “Kami akan menerapkan hukum secara adil dan memastikan pertanggungjawaban yang cepat serta pasti.”

Blanche menjelaskan bahwa penyelidikan masih berusaha memastikan kronologi penembakan. Laporan awal menyebutkan Allen sempat melepaskan tembakan dari senapannya, sementara seorang petugas keamanan membalas dengan lima tembakan. Tim penyidik juga tengah memeriksa kemungkinan hubungan Allen dengan organisasi sayap kiri.

Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk District of Columbia, menambahkan bahwa pihaknya berencana mengajukan dakwaan tambahan. Ia menyebut Allen menargetkan pejabat pemerintah dengan prioritas "dari tingkat paling atas ke bawah."

Blanche membela kinerja aparat keamanan dalam insiden tersebut. “Penegak hukum tidak gagal,” ujarnya. “Pria ini berada satu lantai di atas ballroom dengan ratusan agen federal di antara dirinya dan Presiden Amerika Serikat.” Dalam wawancara media sebelumnya, Blanche menyebut Allen diyakini bertindak sendiri.

Motif serangan belum diketahui secara pasti. Allen diketahui mengirim manifesto kepada keluarganya yang turut dimasukkan dalam dokumen dakwaan. Meski tidak menyebut nama Trump secara langsung, isi dokumen tersebut diduga merujuk pada presiden AS tersebut.

Selama beberapa tahun, Allen disebut diam-diam mengumpulkan persenjataan, termasuk membeli senapan pompa Maverick kaliber 12 pada Agustus serta pistol semi-otomatis pada 2023, berdasarkan profil intelijen penegak hukum yang ditinjau Bloomberg.

Allen diketahui merupakan lulusan teknik mesin dari Caltech. Ia melakukan perjalanan dengan kereta dari wilayah Los Angeles ke Chicago, lalu ke Washington beberapa hari sebelum acara, tiba pada 24 April dan menginap di Washington Hilton, menurut dokumen pengaduan.

Allen terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup jika terbukti bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap presiden.

(bbn)

No more pages