Media Iran pada Minggu melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi akan menyampaikan kepada Pakistan—selaku mediator—bahwa konflik dapat berakhir jika AS mencabut blokade laut, menyetujui kerangka hukum baru untuk lalu lintas di selat tersebut, dan menjamin tidak akan ada aksi militer di masa depan terhadap Iran.
Laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS menyebutkan bahwa Trump dan tim keamanan nasionalnya skeptis terhadap proposal Iran tersebut, meski negosiasi tetap berlanjut. Gedung Putih kemungkinan akan memberikan tanggapan dan proposal balasan dalam beberapa hari mendatang. Menurut laporan itu, Trump juga menyoroti keengganan Teheran untuk memenuhi tuntutan utamanya, yaitu menghentikan pengayaan nuklir dan berjanji untuk tidak pernah membuat senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam wawancara dengan Fox News yang tayang Senin, mengisyaratkan bahwa Iran masih ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yang menurutnya tidak dapat diterima oleh AS. Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) dunia mengalir melalui selat sempit tersebut.
Di sisi lain, dua kapal tanker minyak terkait Iran yang dicegat pasukan AS di dekat Sri Lanka pekan lalu sebagai bagian dari blokade, dilaporkan telah menghentikan pelayaran ke arah barat di Samudra Hindia dan berbalik arah.
Harga:
- WTI untuk pengiriman Juni relatif tidak berubah di level US$96,33 per barel pada pukul 06.37 waktu Singapura.
- Brent untuk pengiriman Juni ditutup naik 2,8% ke level US$108,23 per barel pada Senin.
(bbn)


























