Bank Sentral India Ubah Aturan Kerugian Pinjaman Bank
News
28 April 2026 06:00

Siddhi Nayak dan Saikat Das -- Bloomberg News
Bloomberg, Bank sentral India merilis aturan lebih ketat yang mengharuskan bank untuk menyisihkan lebih banyak dana guna menjamin kerugian di masa depan pada portofolio kredit dan pinjaman. Hal ini dilakukan dalam upaya menyelaraskan norma sektor finansial ini dengan standar global.
Berdasarkan mekanisme baru tersebut, bank akan diharuskan untuk membagi pinjaman menjadi tiga tahap tergantung pada penilaian risiko di masa depan pada portofolio mereka, kata Reserve Bank of India (RBI) dalam sebuah pernyataan.
Beralih ke kerangka kerugian kredit yang diharapkan, yang telah diusulkan RBI pada awal tahun 2023, berarti bank secara keseluruhan harus menyisihkan lebih banyak modal untuk potensi kerugian pinjaman, yang menyebabkan penurunan keuntungan.
Bank Sentral India (RBI) menyatakan bahwa pemberi pinjaman akan terus mengikuti aturan aset bermasalah yang ada, di mana pinjaman diklasifikasikan sebagai pinjaman macet jika pembayaran terlambat 90 hari. Arahan baru ini akan berlaku mulai April tahun depan.
































