Secara global, baik Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) maupun Dewan Standar Akuntansi Keuangan AS (FASB) telah mengadopsi standar penyisihan yang mengharuskan penggunaan model ECL (Executive Closure Limit), bukan model "kerugian yang telah terjadi" di mana bank menyediakan cadangan untuk kerugian yang telah terjadi.
Pergeseran norma ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan sistem perbankan, pada saat risiko kredit swasta global membebani sentimen investor.
“Ini adalah penyisihan ECL tiga lapis yang mencakup penilaian yang lebih ketat terhadap risiko kredit yang signifikan, pengakuan pendapatan berbasis suku bunga, dan penyangga modal yang memadai,” kata Rajosik Banerjee, mitra di KPMG India.
(bbn)
No more pages
































