Logo Bloomberg Technoz

Ingin Kurangi Impor LPG, Bahlil Mau Maksimalkan Pemanfaatan CNG

Dovana Hasiana
27 April 2026 17:20

Bahlil Lahadalia di Istana sore ini (2/3/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Bahlil Lahadalia di Istana sore ini (2/3/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan tengah mengkaji perluasan pemanfaatan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG), guna menyubtitusi impor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) yang tembus 7 juta ton per tahun.

Bahlil menjelaskan komposisi CNG terdiri atas C1 atau metana dan C2 atau etana, komponen tersebut banyak terkandung dalam gas bumi yang diproduksi oleh Indonesia. 

Sementara LPG terdiri atas propana (C3) dan butana (C4), di mana dua komponen tersebut tak begitu banyak terkandung dalam gas bumi yang diproduksi Tanah Air.


“Kalau CNG itu adalah dari gas, tapi dia dari gas cair C1, C2. Dan itu industri di dalam negeri kita banyak. Tetapi dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya. Sehingga pemakaiannya itu bisa baik. Tapi sekali lagi ini masih dalam tahap konsolidasi agar kita bisa mencapai hasil yang lebih baik,” kata Bahlil kepada awak media di Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2026).

Selain ingin memperluas pemanfaatan CNG, Bahlil lagi-lagi menggaungkan rencana hilirisasi batu bara menjadi dimetil etil (DME) yang digadang-gadang bakal mengurangi impor LPG Indonesia.