Logo Bloomberg Technoz

Antisipasi RI Hadapi Risiko Defisit Minyak: Lifting-Diversifikasi

Dovana Hasiana
27 April 2026 16:00

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap tiga antisipasi Indonesia dalam menghadapi potensi defisit minyak sekitar 9,6 juta barel per hari, sebagaimana yang disampaikan Goldman Sach.

Ketiga langkah yang dilakukan ialah mengotimalkan lifting minyak dalam negeri, mencari diversifikasi seperti B50, dan mendorong bensin ke etanol misalnya E20.

"Yang pertama adalah kita harus mengoptimalkan lifting kita. Yang kedua adalah mencari diversifikasi, seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita. Yang ketiga adalah kita harus dorong ke E untuk bensin. Etanol, E20. Itu adalah bagian salah satu strategi," beber dia kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2026).


Mengenai diversifikasi, lanjut Bahlil, Indonesia tidak hanya mengandalkan liquefied petroleum gas (LPG). Harus ada diversifikasi lain.

"Ada DME [dimetil Eter], ada CNG [compressed natural gas], dan berbagai potensi yang bisa kita jadikan substitusi impor. Ini yang bisa kita lakukan," ungkapnya.