Logo Bloomberg Technoz

Impor LPG 7 Juta Ton/Tahun, Bahlil Putar Otak Cari Substitusi

Dovana Hasiana
27 April 2026 16:40

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui tengah mencari langkah alternatif untuk menyubstitusi impor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), yang setiap tahunnya tembus 7 juta ton.

Bahlil menjelaskan konsumsi LPG Indonesia mencapai 8,6 juta ton per tahun, dari besaran tersebut produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6–1,7 juta ton. Oleh sebab itu, sekitar 7 ton sisanya harus dipasok dari impor.

Oleh sebab itu, Bahlil tengah mengkaji sejumlah alternatif pengganti LPG guna mengatasi tingginya impor LPG. Terlebih, saat ini pasar minyak dan gas (migas) global masih bergejolak gegara konflik di Timur Tengah.


“Selebihnya kita impor kurang lebih sekitar 7 juta. Dan ini terjadi sejak konversi daripada minyak tanah ke LPG,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2026).

“Saya juga melaporkan bahwa untuk LPG ini kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya," lanjut dia.