Logo Bloomberg Technoz

Menurutnya, hal tersebut juga sudah disampaikan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

"Kami mendukung MBG. Cuman kita minta ke MBG supaya lebih efisien lah. Itu saja kira-kira, kita diskusi terus dengan kepala MBG," tuturnya.

Dia menyatakan sejatinya BGN sudah melakukan penghematan dengan penyesuaian operasional yang hanya berjalan selama lima hari. Sejalan dengan hal itu, BGN disebut juga berjanji akan menekan pengeluaran dari alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun.

"Mereka akan kendalikan yang lain-lain sehingga anggaran akan jauh lebih kurang dari yang Rp335 triliun itu. Jadi akan ada banyak penghematan untuk MBG," ujar Purbaya. 

Sebelumnya, KPK membeberkan kajian tata kelola program MBG periode 2025 termaktub dalam lampiran Laporan Tahunan KPK 2025. KPK menilai besarnya skala program dan anggaran MBG belum diimbangi dengan kerangka regulasi, tata kelola, dan mekanisme pengawasan yang memadai.

Dalam laporannya, KPK menyebutkan hal tersebut menimbulkan risiko akuntabilitas, konflik kepentingan, inefisiensi, serta potensi terjadinya tindak pidana korupsi dalam pelaksanaannya. KPK menemukan delapan persoalan dalam tata kelola MBG yang merupakan program prioritas Prabowo tersebut pada 2025.

Adapun temuan KPK di antaranya yakni pelaksanaan MBG melalui mekanisme bantuan pemerintah [banper] menimbulkan risiko perpanjangan rantai birokrasi, potensi rente, serta berkurangnya porsi anggaran bahan pangan akibat potongan biaya operasional dan sewa. 

Kemudian tingginya potensi konflik kepentingan (conflict of interest) dalam penentuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur karena kewenangan terpusat dan SOP yang belum jelas.

“Lemahnya transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam proses verifikasi dan validasi yayasan mitra, penentuan lokasi dapur, serta pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan,” tulis Laporan Tahunan KPK tersebut. 

(mfd)

No more pages