Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur telekomunikasi baik fiber maupun jaringan nirkabel masih tergolong tinggi, terutama di wilayah yang belum padat pengguna.

"Selain itu, keberlanjutan model bisnis untuk menjaga tarif tetap murah juga krusial. Koordinasi kebijakan, kepastian regulasi, serta insentif bagi operator harus jelas. Tanpa itu, janji tarif murah seperti Rp100 ribu untuk 100 Mbps akan sulit diwujudkan secara merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” ujar Heru.

Heru menambahkan, aspek daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting. Perbedaan kemampuan ekonomi antarwilayah membuat skema tarif tunggal sulit diterapkan tanpa dukungan kebijakan yang tepat.

Meski demikian, ia menilai program internet murah tetap memiliki peluang untuk direalisasikan jika dijalankan secara bertahap dan transparan.

“Program ini ambisius, tapi masih masuk akal jika dijalankan bertahap dan transparan. Saat ini juga ada harapan tarif internet sekitar Rp100 ribu untuk kecepatan 100 Mbps, sebagaimana pernah disampaikan pemerintah dan pemenang lelang frekuensi 1,8 GHz. Namun, di lapangan manfaatnya belum benar-benar terasa,” jelasnya.

Heru berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada tahap promosi semata, melainkan benar-benar menjadi skema berkelanjutan yang bisa dinikmati masyarakat luas.

Ia menilai, jika konsisten dijalankan program ini berpotensi membawa perubahan besar bagi industri telekomunikasi nasional.

“Semoga ini bukan sekadar promosi, melainkan skema berkelanjutan. Jika konsisten, tarif Rp100 ribuan untuk 100 Mbps bisa menjadi game changer yang mengubah peta persaingan industri internet,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge telah meneken kerja sama komersial berskala penuh dengan OREX SAI Inc. pada Rabu, 12 November 2025.

Kesepakatan ini menandai kehadiran layanan 5G FWA berbasis Open RAN pertama di dunia yang beroperasi di frekuensi 1.4GHz.

Kedua belah pihak berupaya membangun layanan internet murah dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas tinggi, sebagai bentuk inovasi sektor telekomunikasi nasional.

Presiden Direktur SURGE, Yune Marketatmo, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperluas konektivitas digital di Indonesia.

Dalam keterangannya, Yune menyatakan bahwa tujuan utama kolaborasi ini adalah menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau bagi masyarakat luas.

(mef)

No more pages