Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Melemah 3%

Muhammad Julian Fadli
24 April 2026 17:45

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah. Dalamnya penurunan membuat IHSG menjadi yang terburuk di Bursa Asia.

Pada Jumat (24/4/2026), IHSG ditutup di posisi 7.129,49 pada penutupan perdagangan. Amblas 3,38% dan 249,11 poin dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 24 April 2026 (Bloomberg)

Posisi terendah IHSG hari ini menyentuh 7.115,97 sedang tertinggi sempat terjadi sesaat di posisi 7.383,4. Volume perdagangan tercatat melibatkan 47,12 miliar saham, dengan nilai perdagangan mencapai Rp24,33 triliun dan frekuensi yang terjadi 2,68 juta kali diperjualbelikan.


Saham–saham konsumen non–primer, saham energi, dan saham infrastruktur jadi yang terlemah hari ini, jatuh sedalam 4,26%, 4,22%, dan 4,08%. Disusul oleh saham properti yang turun 2,66%.

Sejumlah saham melemah hingga menjadi top losers di antaranya saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang amblas 15%, saham PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk (AMIN) jatuh 15%, dan juga saham PT MDS Retailing Tbk (LPPF) drop 14,9%.