Logo Bloomberg Technoz

Bukan tanpa sebab, tekanan utama masih datang dari kombinasi faktor global dan domestik yang belum mereda.

Di dalam negeri, pasar masih mencermati arah kebijakan fiskal yang dinilai berisiko memperlebar defisit, sekaligus menambah beban pembiayaan pemerintah.

Di tengah kondisi ini pergerakan rupiah cenderung liar dan beberapa upaya stabilitas moneter yang diupaya Bank Indonesia (BI) sepertinya belum terlalu bertaji.

Namun, BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas rupiah dengan mengoptimakan berbagai instrumen moneter, salah taunya melalui penyerapan likuiditas lewat Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Hasil lelang SRBI yang kuat menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen rupiah masih cukup terjaga. 

Akan tetapi, seperti terlihat dari dominasi tenor panjang, minat tersebut lebih didorong oleh upaya investor mengunci imbal hasil tinggi, bukan oleh keyakinan terhadap percepatan ekonomi domestik.

Sebagai catatan, imbal hasil SRBI hampir menyentuh 6% dan menjadi imbal hasil tertinggi sejak Juni 2025.

Arus modal asing yang masuk ke pasar SRBI sepanjang April 2026 tercatat sebesar Rp29 triliun.

Inflow tersebut menggenapi posisi instrumen SRBI sepanjang tahun yang per 21 April tercatat Rp885,41 triliun. Selama kuartal I-2026, BI setidaknya telah melakukan 19 kali lelang SRBI. 

Masuknya aliran modal ke instrumen SRBI lantaran BI melakukan penyesuaian suku bunga agar SRBI menjadi instrumen yang mempunyai daya tarik bagi foreign inflow

(riset/aji)

No more pages