Logo Bloomberg Technoz

Data inflasi ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan lonjakan harga energi terbaru. Harga bensin sempat mencetak rekor tertinggi sebesar 190,8 Yen per liter pada pertengahan bulan lalu, sebelum akhirnya pemerintah menghidupkan kembali subsidi untuk menekan harga ke level 170 Yen—sebuah langkah fiskal yang mahal bagi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Dalam laporan hari Jumat, harga bensin tercatat turun 5,4% dibandingkan tahun lalu, namun penurunan ini melambat signifikan jika dibandingkan dengan merosotnya harga sebesar 14,9% pada bulan sebelumnya.

Saat ini, harga minyak mentah diperdagangkan sekitar 50% di atas level sebelum pecahnya perang AS-Israel melawan Iran. Kondisi ini menjadi beban berat bagi Jepang yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya, di mana lebih dari 90% pasokan tersebut biasanya dikirim melalui Selat Hormuz.

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa akan semakin sulit untuk membendung inflasi jika harga minyak mentah tetap tinggi atau bahkan terus merangkak naik. BOJ dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menaikkan proyeksi inflasi secara tajam dalam laporan kuartalannya yang akan dirilis pekan depan.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda menekankan pentingnya menilai risiko kenaikan maupun penurunan terhadap inflasi dasar. Dalam survei Bloomberg, sekitar tiga perempat dari 51 ekonom melihat risiko inflasi saat ini cenderung bergerak ke arah atas.

Memasuki bulan kedua perang, sejumlah produsen makanan besar Jepang, mulai dari Kikkoman Corp. hingga Nisshin Oillio Group, telah mengumumkan rencana kenaikan harga. Hal ini mengindikasikan tekanan harga dapat semakin meluas, meski krisis minyak juga berpotensi menekan permintaan.

Pada Maret, harga makanan olahan naik 5,2%, melambat dari 5,7% pada bulan sebelumnya, yang turut menahan laju kenaikan indeks secara keseluruhan.

(bbn)

No more pages