Logo Bloomberg Technoz

Secara terpisah, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyita dua kapal, yakni MSC Francesca dan Epaminondas, di Selat Hormuz untuk dibawa ke daratan guna diinspeksi. The Wall Street Journal melaporkan bahwa kedua kapal tersebut, ditambah satu kapal ketiga bernama Euphoria, sempat diserang sebelum disita.

Technomar Shipping Inc, pengelola Epaminondas, mengonfirmasi bahwa bagian anjungan kapal mengalami kerusakan akibat tembakan. Mereka menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan awak kapal. Hingga kini, pengelola dua kapal lainnya belum memberikan komentar resmi.

Langkah-langkah ini mempertegas sikap Teheran yang semakin agresif dalam menghadapi tekanan AS di tengah kebuntuan negosiasi. Para pelaku pasar komoditas menyebut konflik ini telah melenyapkan pasokan satu miliar barel minyak dari pasar global.

Supertanker

Kapal pengangkut minyak mentah Iran, Diona, dilaporkan berbalik arah setelah memasuki Laut Arab dari Selat Hormuz, menurut salah satu pendiri TankerTrackers.com, Samir Madani.

Iran menutup Selat Hormuz tak lama setelah mendapat serangan dari AS dan Israel pada akhir Februari.

Insiden terbaru ini menunjukkan bahwa, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan angkatan laut Iran telah dihancurkan, penggunaan kapal-kapal kecil oleh Teheran untuk menargetkan pelayaran komersial tetap menjadi ancaman serius.

Pendekatan Baru

Washington pada awalnya merespons penutupan Selat Hormuz dengan mendorong agar minyak Iran tetap mengalir ke pembeli guna menahan lonjakan harga. Namun, strategi tersebut berubah pada 13 April, ketika AS memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.

Vortexa sebelumnya melaporkan bahwa Hero II dan Hedy bergerak menuju Laut Arab, berdasarkan citra satelit yang mengidentifikasi kapal tanker sangat besar berbendera Iran (VLCC).

Meski “sinyal perjalanan” awal menunjukkan kedua kapal tersebut bergerak keluar, Vortexa kemudian memperbarui datanya untuk mencatat bahwa keduanya telah dicegat, ujar juru bicara perusahaan melalui email.

“Situasi seperti ini secara inheren sangat dinamis,” tulis juru bicara Vortexa. “Dalam lingkungan operasional yang terganggu, sinyal awal dapat berubah cepat seiring masuknya data dan konfirmasi tambahan. Pendekatan kami adalah terus menilai ulang dan memperbarui analisis untuk mencerminkan gambaran paling akurat dari apa yang sebenarnya terjadi di laut.”

Pelacakan kapal melalui citra satelit memang menantang karena cakupan tidak selalu berkelanjutan, dan identifikasi kapal dari atas menjadi sulit ketika ciri pembeda seperti nama tidak terlihat jelas.

Memasuki pekan kedelapan perang, Trump pada Selasa memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun menegaskan blokade AS tetap akan diberlakukan. Sekitar 800 kapal masih terjebak di Teluk Persia, dengan Organisasi Maritim Internasional menyatakan tengah menyiapkan rencana evakuasi yang bergantung pada meredanya konflik.

(bbn)

No more pages