Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menjelaskan, dana SAL dikelola secara hati-hati dan diarahkan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan.
“Penempatan dana ini merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas transmisi likuiditas di sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Pemanfaatan dana tersebut difokuskan pada penyaluran kredit ke sektor produktif, termasuk UMKM, industri padat karya, serta sektor strategis seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur, dan layanan kesehatan.
Dalam konteks ini, pembiayaan proyek seperti waste to energy menjadi bagian dari pengembangan sektor energi yang dinilai memiliki potensi jangka panjang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Bank Mandiri menyatakan akan terus mengkaji berbagai peluang pembiayaan baru, khususnya yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan agenda keberlanjutan.
(ain)































