ISEAI: Ekonomi Tumbuh 5,1%, Tak Cukup Menahan Laju Utang
Mis Fransiska Dewi
21 April 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan berada di kisaran 5,1% pada 2026 dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju kenaikan utang pemerintah.
Di tengah kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat dan biaya utang yang tinggi, ekspansi ekonomi tersebut justru disebut belum mampu menciptakan penurunan rasio utang secara alami.
Dalam laporan Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 oleh ISEAI, menunjukkan kondisi fundamental fiskal Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama karena biaya utang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi.
Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang berada di kisaran 6,65% hingga 6,9% membuat biaya modal pemerintah melampaui pertumbuhan riil ekonomi. Dalam situasi tersebut, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) cenderung meningkat, kecuali jika pemerintah mampu mencatatkan surplus keseimbangan primer.
Namun, pada 2026 Indonesia justru masih diproyeksikan mengalami defisit keseimbangan primer sekitar -0,6% dari PDB. Artinya, pemerintah masih harus menambah utang baru, bahkan untuk menutup kebutuhan pembayaran bunga.






























