Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi China Q1-2026 Tumbuh 5%, Dampak Perang Iran Terbatas

News
16 April 2026 12:30

Ilustrasi ekonomi China. (Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi China. (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Pertumbuhan ekonomi China bangkit melampaui ekspektasi pada kuartal pertama tahun 2026. Hasil ini menunjukkan bahwa dampak rembetan dari perang di Iran sejauh ini masih terbatas, sekaligus memberikan ruang bagi para pengambil kebijakan untuk lebih tenang sebelum meluncurkan stimulus tambahan.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) pada Kamis (16/4), Produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini merupakan pertumbuhan tercepat dalam tiga kuartal terakhir, melampaui median perkiraan para ekonom dalam survei Bloomberg sebesar 4,8% dan lebih tinggi dari capaian kuartal sebelumnya sebesar 4,5%.


Output industri pada bulan Maret mencatatkan pertumbuhan 5,7% (yoy). Meskipun melambat dibandingkan dua bulan pertama tahun ini, angka tersebut tetap melampaui prediksi awal. Namun, sektor konsumsi masih lesu, di mana penjualan ritel hanya naik 1,7%, melemah dari pertumbuhan 2,8% pada periode Januari-Februari.

"Sektor manufaktur tetap tangguh dan masih menjadi jangkar pertumbuhan utama dalam jangka pendek," ujar Hao Zhou, kepala ekonom di Guotai Junan International, Hong Kong. "Ke depan, agenda makro China kemungkinan besar akan berpusat pada dua prioritas yang saling berkaitan: reflasi dan penguatan permintaan domestik."

PDB China. (Sumber: Bloomberg)