Kelompok Separatis Ghana 'Menghidupi' Startup Drone Asal Nigeria
News
20 April 2026 15:50

Bloomberg, Terrahaptix Inc., startup produsen drone asal Nigeria, akan membuka pabrik pertamanya di luar negeri, lebih tepatnya di Ghana, tempat perusahaan tersebut akan memproduksi pesawat tak berawak kelas menengah dan sistem pertahanan sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas separatisme di Afrika Barat.
Fasilitas di ibu kota Ghana, Accra, akan berfungsi sebagai basis manufaktur regional utama perusahaan untuk sistem drone dan anti-drone, demikian pernyataan perusahaan pada hari Senin. Pernyataan ini muncul pasca perusahaan mengumpulkan dana sebesar US$34 juta (setara Rp583 miliar) dari para investor seperti Joe Lonsdale dan Lux Capital.
Wilayah Sahel di Afrika Barat telah menjadi pusat global bagi kelompok-kelompok separatis yang semakin sering menggunakan drone komersial yang dimodifikasi untuk menyerang posisi militer.
Telah terjadi peningkatan tajam dalam penggunaan drone semacam itu, termasuk sistem serat optik yang membuat sistem pertahanan elektronik tradisional terasa kurang efektif, kata Nathan Nwachukwu, salah satu pendiri perusahaan yang juga dikenal sebagai Terra Industries.
“Kami kini melihat taktik dan teknologi dari konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur mulai muncul di Afrika,” cerita dia mengenai evolusi sistem serangan yang digunakan oleh para separatis.































